Kini aku penuh tawa
Selalu terlihat konyol
Tersenyum lebar tak ingat pipi
Melupakan detik demi detik haluan kenangan
Meninggalkan dermaga kesedihan
Mengabaikan sorak sorai para perusuh fikiran
Lalu kulewati karang emas yang menggiur, dan memang itu berhasil
Kini aku penuh tawa
Di temani para awak yang menertawaiku
Setiap hembusan angin tak akan membuatku goyah
Pantang menyerah dan gagah
Aku tak mau kalah, dan tak akan pernah kalah
Menyongsong setiap kebahagiaan yang sangat ku dambakan
Lalu, kakiku bergetar
Mulutku tak berucap
Bibirku tertutup rapat
Mataku menipu
Dan hatiku kalah
Melihat ke belakang, melihat pulau yang kutinggalkan