Pagi itu masih pekat
pandangan kita masih beberapa meter kedepan
terhalang lebatnya pagi gulita.
Kita berjalan menuju awal undakan
dan ....
entah berapa undakan yang ada
yang akan kami pijak, aku berpasrah padaMu..
Undakan pertama...Bissmillah
Belum seberapa kaki ini melangkah
napas sebagian sahabat
sudah mulai terdengar
sebagian mulai membungkukkan badannya
sebagian lagi bertolak pinggang
mengambil napas sesuka dan
sedalam-dalamnya.
Lima puluh meter pertama kami lewati...Tiba-tba
Seorang sahabat terjungkal
badannya melayang tak ada topangan
terjerembab kebelakang
dan.....
kecemasan seketika menerkam kami....saat
Tubuh kecil itu, tergeletak
Dalam hitungan detik kesadaran kami muncul,
refleks kamipun bekerja pada kondisi kritis
Tampak dalam keremangan,ada darah dipelipis kiri,dan beberapa parut kecil
di wajahnya.....
Subhanallah...Yang telah memberikan kami kemampuan untuk bertindak
Segala upaya kami lakukan agar sahabat kecil tetap terjaga.Dia menguap
Pandangan nanarnya menyapu sekeliling
lalu menguap yang kedua dan terpejam.
Sebagian dari kami berdzikir, yang lainnya merawat luka dan memanggilnya agar tetap sadar...Dan aku memantau keadaan sekeliling agar tetap aman..
Alhamdulillah...Diapun siuman.
Kami bimbing dia untuk tetap kuat berjalan.
namun sebagian menawarinya untuk kembali.( bersambung:tentang monyet dan kambing)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar