Rabu, 09 Februari 2011

disini ada ceritera

orang saling menumpahkan kekesalan, kadang mencaci, mencari kesalahan dan menyalahkan orang lain. Gambar-gambar penuh amarah, hampir tiap hari berganti bermunculan...alamaaaakkkk potret negeri yang carut marut.Konon katanya negeri ini kaya raya, gemah ripah loh jinawi, sepi malinng, nggak ada rampok (entah di abad keberapa). Tapi kenyataannya, kebusukan ada depan kita tiap hari, terbungkus rapi dengan senyum , dengan baju seragam wangi para penyelenggaranya...dimana-mana ada.ya ada dimana-mana....
Ada anak nggak bisa belajar itu wajar, karena uang simpanan unt sekolahnya dipake beli garam dan ikan asin. Ada orang sakit yang akhirnya MATI dirumah karena tidak mampu untuk mengurus surat miskin( karena surat-suratnya sudah dipakai habis ORANG LAIN) atau karena harga obat dan harga kontrol dokter yang sungguh suatu barang mewah. Ada anak-anak kecil tergolek lunglai tersenyum setelah menikmati kenikmatan wanginya LEM...dan ada lagi dan entah berapa lagi kebusukan yang dipelihara, hingga kita terbiasa......
Sekarang kita sedang menikmati episode sinetron kemanusiaan di negeri yang ( konon) orang-orangnya ramah tamah ,manis budi bahasa dan lemah lembut perangainya, tentang kisah yang nggak pernah usai. satu hilang dua,tiga terbilang..
Alamakjaaaaaaang..
Ada orang gagah memakai uang rakyat,kemana-mana mengatas namakan rakyat,, rapat dihotel mewah pake uang rakyat walau nggak sedikitpun ngomongin nasib rakyat , keluar hotel naik mobil mewah eh pake uang rakyat, dibelokkan nabrak tukang minyak eceran mobil rakyatnya penyok wueleh wueleh ..kok hebat malah nyalahin rakyat....hheheheheh ada hak-hak rakyat yang dirampok...oooowwww bukan dirampok ternyata tapi ada selisih ( kelipet) ketika diurusin pembayaran pajak. Astagfirullah...Ya Allah andai uang trilyunan itu mengalir lewat sungaimu, betapa sejahteranya negeriku ini....(aku menangis tanpa air mata, karena dijalanan, dikolong jembatan, dipanti panti asuhan, dirumah-rumah kontrakan air mata itu membuncah......)Di TV aku masih melihat dan mendengar ocehan.ditelevisi ada pesta mewah sementara saluran lain orang mengatri beras jatah..di televisi aku lihat ratapan, ditelevisi banyak obrolan yang jelas tidak untuk dipertontonkan...Berkacalalah negeriku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar